Kebanyakan Tugas, Anak Jadi Korban?

Menjadi ibu rumah tangga sekaligus mahasiswa dan pedagang online, bukanlah yang mudah. Setidaknya itu yang kurasakan beberapa hari belakangan ini, disaat tugas kampus begitu banyak dan saya harus men-SEO-kan akun jualan saya di instagram. Laptop rasanya tidak sanggup untuk di shut down, kecuali saat jam 1 malam, dimana saya harus tidur.

Sekarang adalah akhir dari semester 2 saya berkuliah di prodi magister manajemen, yang berarti begitu banyak tugas yang minta untuk diselesaikan. Sebenarnya teman-teman lain banyak sekali yang meminta bantuan jasa orang lain untuk mengerjakan tugas kuliahnya, but if I did that, saya akan merasa tidak pantas menyandang gelar MM di belakang namaku.

Di rumah, kebetulan sebelum puasa baru-baru ini, saya memberhentikan asisten rumah tangga, jadi otomatis saya yang harus menyelesaikan semua tugas rumah tangga. But Actually, tidak semua juga sih.. Soalnya saya punya suami yang lumayan bisa mengerti saat rumah berantakan dan pekerjaan rumah tidak terselesaikan, hasilnya beli makanan di luar untuk makan sehari-hari.

Diantara semua pekerjaan, hanya satu yang tidak tega kutinggalkan, yaitu mengurus anak. Memang sih, anakku baru satu, tapi dengan pekerjaan yang alhamdulillah menumpuk seperti ini, rasanya sulit juga. Apalagi si Q selalu merengek minta ditemani main.

Well, tips dari saya jika berada dalam situasi seperti ini, pertama, ingat yaa pekerjaan apapun meski ada deadline, semuanya bisa diulang jika memang salah. Tapi mendidik anak tidak akan pernah bisa diulang, jadi saat anak merengek ingin ditemani main, please let your work goes on.. datangi si kecil, cium, peluk, pokoknya temani dia bermain, meski harus loncat-loncat seperti topeng monyet agar dia bahagia. Kedua, kerjakan semua saat si kecil tidur, tapi jika tidak memungkinkan, jika si kecil sudah betah dengan permainannya sendiri, boleh lah menyelinap lagi masuk ruang kerja. Ketiga, ingat yaa si anak juga butuh makan. Jangan karena si anak tidak minta makan, bukan berarti dia tidak butuh makan. Keempat, tetap jaga kebersihan si kecil. Meski rumah berantakan, kebersihan tetap nomor satu. Jika si kecil mulai menumpahkan makanannya, langsung bersihkan. Atau kah si kecil bermain dengan air minum, langsung bersihkan. Soalnya rumah yang kotor bisa jadi sarang penyaki loh..

Mungkin demikian dari saya, intinya, sesibuk apapun anda please jangan acuhkan si kecil, apalagi bentak dia pas dekat-dekat sama mamynya yang lagi fokus kerja hihih.. tahan mamm… tahann… bentar lagi dia bakal besar kok hihi..

Berikan Komentarmu ^_^ Hindari iklan terselubung yaa..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s