Menghadapi Hari Pernikahan

Setelah beberapa hari akhirnya saya sempat juga update blog ini🙂 Sekedar ingin sharing ke teman-teman mengenai bagaimana menghadapi hari pernikahan khususnya bagi kaum wanita.

Perlu diingat bahwa pernikahan bukan hanya sekedar hari “H” itu saja, akan tetapi pernikahan dimulai setelah tamu-tamu pulang dan seterusnya, dimana saat kita (suami dan istri) hidup berdua dan berbagi segala sesuatunya hanya berdua saja.

Nikah SiangPernikahan saya sendiri diadakan dalam hari yang bersamaan, mulai dari akad nikah, resepsi siang hingga resepsi malam. Maklumlah suku bugis makassar memang senang mengadakan pesta hingga beberapa kali. Biasanya dilakukan dalam waktu terpisah, namun kami mengadakannya pada hari yang sama. Gambar disebelah kiri adalah gambar yang diambil sewaktu acara resepsi siang. Kami mengenakan pakaian adat suku bugis makassar yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2013 siang hari di Gedung Baruga Lappo Ase Makassar. Budget untuk sewa gedung saat itu adalah sebesar Rp. 8,6jt rupiah untuk dekorasi adat bugis makassar.

Benar-benar saat itu pakaian yang saya kenakan sangat-sangat pas di badan bahkan saya harus mengenakan lontorso dan korset. OMG! sesak dan sulit makan. Begitu banyak makanan tersaji tapi yang bisa masuk hanya beberapa biji bakso saja. Syukurlah waktu hari itu saya diberikan kekuatan ekstra oleh Allah sehingga bisa menyelesaikan acara tersebut. Oh iya, lupa untuk foto akad nikah kami😀

 

4 thoughts on “Menghadapi Hari Pernikahan

  1. fauzi berkata:

    Saya ingin melamar wanita makasar.Kira2 apa tips agar saya diterima oleh keluarga mereka.Jujur dia beberapa kali gagal dalam tahapan adat yg menjelibet.Saya sendiri sebenarnya ragu meyakinkan dia ketika dia curhat ke saya tetang masalah di keluarga dan traumanya yg sngat dalam.Walau kami saling menguatkan, tapi dia sudah trauma teramat sangat dengan proses sebelumnya.Saya sendiri betawi tulen yg memegang ajaran islam secara lurus.Saya sendiri sebenarnya agak kurang setuju jika niatan baik seseorang untuk menikah dipersulit dan takutnya yg mepersulit menerima limpahan dosa zina karena terlalu banyak dan lama krn gonta-ganti pacaran.Di Islam namanya Al A’dl dan orang tersebut sangat dilaknat dlm Quran.Itu sih yg saya liat dan jujur saya sayang dgn dia, tp agak ragu buat mengobati trauma dia.Kalo boleh minta share dan tips untuk meminang gadis Makasar.
    sebelumnya terima kasih banyak
    Salam,
    Fauzi

    • Fany berkata:

      sebenarx dalam islam mmg sangat dilarang mempersulit pernikahan. hanya saja dalam bbrp suku, orang2 masih memegang kental adatx masing2.
      tapi masalah mahar yang tinggi, bukankah Rasulullah saat melamar khadijah, beliau memberikan mahar yg tinggi?

      Saran saya, dekati dulu yg memiliki jodoh yaitu Allah. lalu lakukan pendekatan ke orang tua dan keluarga si gadis. jika mmg niat yg baik disertai dengan usaha yg baik juga, insha allah akan ada jalan.

  2. Muhlisa Aldina berkata:

    Hai kak… InsyaAllah tahun depan juga bisa menyusul kak fanny. Maaf mau tanya kak, apakah untuk pernikahan di Makassar membutuhkan Wedding Planner? Karena di Jakarta sangat banyak teman” saya yang menggunakan jasa ini. Apakah untuk adat bugis membutuhkan wedding planner juga? Mohon bantuannya… Terimakasih kak🙂

    • Fany berkata:

      gak perlu sih, wedding planner sbenarx hanya utk yg punya budget lebih. padahal sbnrx kalo qta sendiri yang atur pernikahan qta malah lebih berkesan krn sibukx kan cm sekali seumur hidup hehehehe kapan lg bisa sibuk atur pernikahan sndiri kan yaaa🙂 kalo adat bugis kebanyakan org tua sih yg atur.

Berikan Komentarmu ^_^ Hindari iklan terselubung yaa..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s