Bacaan Wajib Menjelang Pernikahan

Pernikahan tidak hanya sekedar akad nikah, resepsi dan sebagainya, tetapi makna pernikahan yang sebenarnya adalah untuk menjadikan dua jiwa yang berbeda menjadi satu. Namun, untuk menjadikan nyata hal demikian bukanlah perkara yang mudah tapi juga tidak mustahil untuk dilakukan. Bagaimana caranya? Ya tentu semua itu ada ilmunya. Untuk itulah ayat yang pertama turun dalam Al-qur’an adalah “iqra” yang berarti “bacalah”. Makna dalam ayat ini adalah Tuhan meminta kita untuk terus membaca, karena dengan membaca disanalah kita mendapatkan banyak ilmu. Salah satunya adalah ilmu tentang pernikahan.

Bukan rahasia lagi jika banyak pasangan yang diawal pernikahan merasa berbunga-bunga dan bahagia. Tapi seiring berjalannya waktu, perasaan tersebut mulai memudar bahkan sebagian orang mungkin kehilangan perasaan seperti diawal kali kehidupan pernikahan mereka. Ada yang memilih untuk berpisah dan ada juga yang memilih untuk tinggal dengan alasan anak atau sudah terlalu tua untuk berpisah.

Saya berpikir keras bagaimana caranya agar saya terhindar dari perkara itu. Meskipun saya belum mengalaminya tapi saya sudah berpikir agar bisa terhindar dari hal tersebut. Salah satu cara dengan membaca berbagai buku-buku yang berkaitan dengan kehidupan pernikahan. Mungkin ada yang tertawa dan mungkin ada yang berkata, “untuk apa membaca buku-buku tersebut? Bukankah lebih baik belajar dari pengalaman? Biarkan saja semuanya mengalir apa adanya seperti air. Nikmati saja!”

Sama sekali tidak! Belajar dari pengalaman memang baik, bahkan sangat baik. Tapi bukankah jauh lebih baik jika kita belajar dari pengalaman orang lain agar kita terhindar dari pengalaman buruk yang telah orang lain lakukan? Bukankah yang ikut mengalir bersama air itu hanyalah tumpukan sampah dan ikan mati? Bukan seperti itu.. Saya bukan sampah ataupun ikan mati yang hanya ingin mengikuti arus. Saya juga ingin berjuang untuk kehidupan pernikahanku nanti.

Alasannya? Banyak yang jika ditanya “penting mana antara keluarga atau pekerjaan?” Pasti banyak yang jawab keluarga. Tapi jika ditanya “sudah berapa banyak buku yang sudah dibaca tentang membangun keluarga harmonis? Sudah berapa kali mengikuti seminar kelas khusus yang membahas tentang keluarga bahagia atau sudahkah memiliki mentor pernikahan?” Reaksinya pasti diam membisu.

Disinilah penting

 

nya pendidikan tentang membangun keluarga bahagia. Kita belajar dari pengalaman orang lain, step by step hingga akhirnya kita bisa mencapai cinta Yang Maha Mencinta.

Sekian.

 

Berikan Komentarmu ^_^ Hindari iklan terselubung yaa..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s