Tidak Selamanya Memberi itu Positif

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah

Begitulah yang dikatakan peribahasa atau entah apalah namanya. Tapi menurut ku tidak selamanya tangan di atas itu baik, ada kalanya lebih baik tidak usah memberi demi kebaikan. *Loh*

Alasannya…

Sebelumnya saya mau menuliskan banyak hal dulu..

Beberapa waktu yang lalu saya duduk menunggu datangnya senja di pantai losari, sepanjang mata memandang, sepanas pantat duduk di pinggir pantai yang telah dilapisi beton, sepanjang itu pula pengemis ramai berdatangan. Bahkan yang sangat mengejutkan kebanyakan dari mereka adalah anak kecil, remaja dan bahkan ibu-ibu yang sepertinya sudah jadi kebiasaan mereka untuk meminta-minta.

Pikirku dalam hati, kemana orang tua mereka yang seharusnya menafkahi mereka. Bagaimana dengan sekolah mereka yang seharusnya saat seperti itu adalah saat yang tepat untuk belajar di rumah.

Baiklah, mungkin mereka tidak mempunyai orang tua dan mungkin meskipun memiliki orang tua, mereka terlalu *maaf* miskin untuk bersekolah, sehingga kurang mampu untuk membiayai uang sekolah. Betul memang bukan salah mereka yang tidak bersekolah, karena seharusnya pemerintah lah yang bertanggung jawab untuk itu.

Tapi dalam hati saya masih bertanya-tanya, mengapa mereka mengemis? Terlebih untuk para ibu yang sepertinya memiliki tenaga yang cukup lebih dari sekedar meminta belas kasihan orang lain, dengan remaja yang sepertinya cukup sanggup mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat, dengan anak kecil yang seharusnya tinggal di rumah untuk belajar ataukah bermain dengan kawan sebayanya.

Aneh memang…

Bukankah akan lebih baik jika ibu itu pergi menjual tenaganya di rumah-rumah orang yang mampu itu? Bukankah akan lebih baik jika remaja itu pergi menjual tenaganya di warung-warung atau kah tempat lain?

Teman… Saya ingin bercerita yang lain lagi…

Beberapa waktu yang lalu sepulang kuliah saya mendengar suara seorang anak kecil yang menjajakan kue. Kupanggil anak itu bermaksud untuk membeli dagangannya itu. Sambil menikmati kue jajakannya, saya bertanya pada anak kecil itu tentang sekolahnya, dengan lugu lalu dia berkata pagi hari dia bersekolah dan siangnya baru menjajakan kue. Saya sangat terharu mendengar cerita anak itu dan bahkan anak itu baru duduk di bangku kelas 1 SD!! Betapa kuat semangat anak itu untuk mencari uang tanpa meminta-minta!!

Kembali ke cerita sebelumnya

Bukannya saya pelit atau tidak mau mengeluarkan sedikit rejeki untuk orang lain, tapi bukan kah dengan kita memberikan uang kepada mereka yang hanya tau mengemis itu justru akan menjadi sebuah kesalahan?

bayangkan jika suatu saat nanti sudah tidak ada lagi orang yang ingin memberikan uang kepada mereka? Hanya ada satu cara bagi mereka, mencuri.. Bukankah itu menjadi tanggung jawab kita juga karena telah mengajarkan sifat malas pada mereka yang seharusnya menggunakan tenaga mereka untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Memang bukan salah mereka sepenuhnya jika kurangnya lapangan pekerjaan, tapi bukankah jika kita rajin dan mau berusaha, maka rejeki pun akan datang.. Lihat lah anak kecil si penjual kue yang tadi saya ceritakan, lihatlah betapa gigihnya dia berjualan sepulang sekolah.

hmm… entahlah disini siapa yang harus dipersalahkan.. yang jelas, kemalasan dan meminta-minta itu bukanlah hal yang baik dilakukan.. kecuali jika peminta-minta itu mungkin adalah seorang tua renta, ataukah seorang yang fisiknya mengalami ketergangguan, mungkin mereka masih layak dan pantas untuk disedekahi.

yah… apapun itu, mulai sekarang generasi kita harus diajarkan untuk mau berusaha dan bekerja keras agar tidak ada yang akan disesali esok harinya🙂

 

semoga sukses

2 thoughts on “Tidak Selamanya Memberi itu Positif

  1. Dee berkata:

    keluarga seharusnya mengurus, bisa saudara dekat, jauh, tetangga pun jadi., kalau semuanya diserahkan pemerintah, keok nanti.

Berikan Komentarmu ^_^ Hindari iklan terselubung yaa..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s